Satu Kamar Untuk Homestay Tuan Rumah Hanya Bermodal Google Translate

Pringgaselaselatan.desa.id,Berada di pelosok desa Pringgasela Selatan tepatnya di kampung kedondong kekadusan pancor kopong, salah seorang pemuda yang sekaligus sebagai ketua remaja di kampung tersebut bersama salah seorang rekannya mulai menginisiasi Homestay.Ketertarikan mereka untuk mencoba merambah dunia pariwisata ini muncul setelah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan dari salah satu LSM di Lombok Timur yakni Gema Alam NTB,seperti yang dituturkan Edi salah satu pengurus di Pokdarwis Pringgasela Selatan mengatakan bahwa Gema Alam melakukan pendampingan di Desa fokus pada program Ekowisata berbasis masyarakat.

Mulanya mereka berdua sebut saja Kusman dan Edi tidak yakin kampung mereka akan mau dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan jalannya waktu itu masih jalan tanah sehingga setiap ada motor lewat debupun ikut beterbangan bak debu digurun Sahara.Selain debu,masalah sampahpun selalu menghantui kampung mereka jika musim hujan hal ini disebabkan kebiasaan masyrakat di bagian utara membuang sampah dikali tanpa mempedulikan Masyarakat lainnya.

Dibalik masalah itu semua dari pihak Dinas Pariwisata LOTIM juga terus memotivasi mereka sebagai langkah awal menuju pengembangan Desa Wisata,sehingga tak sedikit pertanyaan yang mereka lontarkan ke salah seorang Kabid Dispar bidang pengembangan kapasitas Pak Ahyakmudin,”Bagaimana kami bisa menerima tamu kami sendiri tidak bisa bahasa inggris pak?” tanya kusman,mendengar pertanyaan itu pak Ahyak pun menceritakan tentang sebuah homestay di Orong Gerisak Desa Tete Batu dimana pemilik Homestay orangnya sudah tua tidak bisa bahasa Inggris dan tidak bisa baca tulis namun mereka tetep kedatangan tamu adapun yang punya tugas menemani tamunya ialah pokdarwisnya sendiri. Lanjut Kusman bertanya “Bagaimana dengan makanan mereka pak?” ,pak Ahyak pun menegaskan “Kalian tidak usah susah apa yang kalian makan itu sudah disuguhin,kita konsepnya ekowisata bukan wisata konvensional seperti di senggigi,konsep kita itu masyrakat yang punya usaha dan merekalah yang menikmati bukan orang luar”.

Singkat cerita satu bulan setelah salah satu kamar di Rumahnya Kusman yang sekaligus sebagai sentra Batik Sasambo di Lombok Timur ini didaftarkan di situs Booking.com oleh pak Ahyak Datanglah wisatawan dari Jepang , Australia dan Rusia untuk menginap, “Ya bulan puasa kemaren ada tiga wisatawan kemari yang dua pesan kamar lewat booking.com satunya tamu dari Rusia yang singgah karena kemalaman habis dari Rinjani namun karena kami hanya punya kamar single jadi mereka cari yang lain”ujar Kusman saat ditemui beberapa hari yang lalu.

Kedatangan tamu wisatawan mancanegara lantas memotivasi Kusman untuk belajar bahasa Inggris dan membenahi Homestaynya.Lalu dengan keterbatasan bahasa tersebut Kusman hanya mengandalkan Google translate untuk berkominkasi dengan tamunya,”awal-awal saya sangat bingung mau ngomong apa ke Tamunya waktu itu tamu pertama saya dari Jepang dia juga tidak fasih bahasa Inggris sehingga dia menyodorkan handphonennya ke saya sambil memperlihatkan aplikasi google tranlsate dan saya faham barulah jalan komunikasi dengan dia” tutur Kusman ketika kami berkunjung ke Rumahnya. Seperti yang kita ketahui Google Translate sebenernya hasil terjemahannya sering tidak sesuai dengan apa yang kita maksudkan,namun senagai pemula tidak apa memakai alat yang satu ini karena wisatawan akan memahami hal tersebut karena mereka juga melihat dari bahasa tubuh kita.(*Timredaksi)

Tinggalkan Balasan