Hikayat Seorang Pemuda Tampan

27494_600

Alyafi’i berkata : Dahulu ada seorang pemuda Bani Isra’il sangat tampan rupawan , sedang pekerjan hanya menjual keranjang (tas keranjang) , dan pada suatu hari ketika ia sedang keliling menjajakan (menawar-nawarkan) jualannya tiba-tiba seorang wanita keluar dari rumah Raja melihatnya , maka ia segera memberitakan hal itu pada putri Raja : “Aku telah melihat seorang pemuda yang sangat tampan rupawan bahkan belum saya pernah melihat pemuda sebagus itu.” Maka putri Raja berkata : “Panggilah ia supaya masuk kemari, maka dipanggillah pemuda itu dan dipersilakan masuk dari pintu pertama,kedua dan tiga kemudian ditutup kembali pintu-pintu itu, dan disana ia disambut oleh putri raja yang telah memperlihatkan wajah dan kecantikannya, lalu pemuda itu berkata : “silakan siapa yang akan membeli keranjang ini “, jawab mereka :”kami tidak memasukkan kamu kemari untuk membeli tas keranjangmu, hanya supaya anda suka memuaskan nafsu birahi kami” , maka ia berkata kepada putri raja:” bertaq walah kepada Allah, takutlah kepada Allah, dan jangan berbuat sesuatu yang akan dimurka Allah “, jawab putri: ” jika anda tidak menuruti kehandakku aku akan menjerit dan memberitahu pada raja bahwa anda menghina kepadaku.

Maka setelah semua nasehatnya tidak berhasil , ia minta disediakan air wudhu. Maka putri memanggil pelayan untuk meyediakan aair wudhu’ di atas rumah (di atas loteng) sekira ia tidak akan dapat melarikan diri sebab jarak ke bawah sekira dua puluh meter , dan ketika ia telah berwudhu berdo’alah pemuda tersebut :” Ya Allah aku diajak bermaksiat kepada-Mu , tetapi saya lebih suka membuang diriku dari atas loteng ini daripada saya berbuat dosa pada-Mu , lalu ia membaca “Basmalah” dan melemparka diri dari loteng yang tinggi itu , tetapi Allah segera menyuruh Malaikat turun untuk menyambut dan menyelamatkan kejatuhannya , maka malaikat itu menahan kedua kakinya sehingga ia jatuh bediri, kemudian setelah selamat ia berdo’a : ” Ya Allah jika Engkau berkehendak maka berilah kepadaku rizki yang cukup sehingga tidak perlu menjual tas keranjang ini. Maka Allah mengirimkn kepadanya belalang dari emas, maka diambbilnya sepenuh bajunya dan berdo’a : “Ya Allah jika Engkau memberiku rizki di dunia , maka berkahilah rizki ini, tiba-tiba dijawab :”yang Aku berikan kepadamu seperduapuluh limabagian dari pahala kesabaranmu sehingga membuang dirimu itu. Ketika mendengar jawaban sedemikian maka ia berdo’a : “Ya Allah saya tidak menginginkan sesuatu yang akan mengurangi pahalaku di ahirat” , tiba-tiba belalang mas itu hilang semuanya.

Dan ketika syaitan ditanya :”mengapa kamu tidak dapat menyesatkannya?” , jawab syaitan :”Bagaimana aku akan dapat menyesatkan orang yang telah berani mengorbankan jiwanya untuk keridhaan Allah “.

(sumber : Irsadul Ibad Ilasabililrrasyad )

Tinggalkan Balasan