AKU DIANGGAP ADA, TAPI TIDAK PERNAH ADA

“ JIKA SEMUA GERAKAN ADALAH TARIAN DAN SEMUA SUARA ADALAH NYANYIAN, MAKA KITA HARUS SEPAKAT BAHWA SEMUA TEMPAT ADALAH SEKOLAH DAN SEMUA ORANG ADALAH GURU “ ………

     Lingkaran dunia ini seperti sebuah cincin. Tidak diragukan lagi kalau kita semuaadalah Naqsy, Rancangan ketetapannya.”ommar Khayyam”
Masa remaja masa yang paling indah. Masa diterpa badai gundah gulana. Masa yang banyak merasakan hal-hal baru dan diekspresikan melalui ungkapan favorit yang seringkali lucu, menghibur dan kadang getir tetapi sekaligus memberikan semangat dan silih berganti ke masa fajar pada pagi hari, kemudian masa senja pada sore hari, lalu datanglah masa bintang-bintang kecil dan rembulan pada malam hari.
Cerita tentang kita kini mulai bergulir yang bermetamorfosis yang melahirkan nada canda tawa,melahirkan tentang karakter yang hampir sama dan melahirkan ideologi tentang keromantisan Roman Picisan yang hampir sama…
kita selalu meneka arah angin yang menggoyahkan..
Setiap detik , setiap menit ,setiap jam, dan setiap waktu kita selalu berusaha membaca huruf yang takkan mungkin bisa habis untuk kita baca. Kita selalu saja berbincang pada halaman-halaman maya dan melalui gadget lawas ku. Janganlah kita bertangan hampa, Ambillah sari pati dari sini menuju sana.
Kau mengajariku bagaimana tertawa. Kau mengajariku bagaimana mengasihi. Tapi ketika !kau pergi, ada satu hal terakhir yang tidak pernah kau ajari padaku. Bagaimana melupakan.
aku takkan perbah berhenti dab akan terus berusaha memaahami dan terus berfikir meski harus berdarah, apapun itu asal kau menerima.
Aku telah mengabadikan namamu dengan begitu nyata dalam perjalanan panjang di rentang usia ku yang kian nyata. Berharap aku bisa mengikuti jejakmu lalu kembali merangkai banyak kata dalam sepenggal imajinasi tentang kita di suatu hari nanti duhai sebuah hunian, jiwa tunggal dalam dua tubuh lalu menjelma menjadi sebuah lentera imajinasi, dan berada di dalam lampu.
setidaknya kita pernah berjuang untuk mencintai meski semuanya takkan ada yang abadi.
Aku akan terus menulisnya sampai malam ku mulai menua. perjalanan takdir bersama waktu di sepanjang perjalanan ini agar segalanya bisa menjelma menjadi lebih nyata meski waktu hanya mengabadikan nama kita dalam setetes tinta.
Ingatlah rencana Tuhan pasti ada hikmahnya, Semua hal baik dan buruk akan disusun bersama-sama untuk akhir yang baik.(wahyu)

Tinggalkan Balasan